Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Diabetes, Tak Mungkin Pimpinan Ponpes Itu Hamili Santrinya Januari 15, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 10:17 am

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern DN di Cikupa, Tangerang, membantah telah menghamili santrinya. Melalui putranya, Abul, pimpinan ponpes itu mengatakan bahwa tudingan KHF (15) merupakan cobaan bagi keluarganya.

“Ini cobaan buat keluarga. Kami tidak akan banyak berkomentar sebelum ada hasil pemeriksaan DNA dari dokter,” ujar Abul yang ditemui di rumahnya, Kamis (14/1/2010).

Menurut Abul, peristiwa yang dilaporkan KHF itu sama sekali tidak benar. Putra kedua dari lima bersaudara ini menegaskan, sejak Januari 2009 sampai saat ini, ayahnya KHH menderita penyakit diabetes. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kadar diabetesnya di atas 300.

Kepada Warta Kota, Abul sempat menunjukkan rekam medis KHH dari rumah sakit swasta yang tertulis diabetes mencapai 621.00. “Mana mungkin penderita diabetes yang kadarnya sangat tinggi bisa ereksi. Kalau enggak percaya silakan tanya dokter,” tegasnya.

Pria yang bekerja sebagai PNS di Kabupaten Tangerang ini membenarkan jika KHF adalah santri di Ponpes milik ayahnya. Namun, ia keluar sebelum waktunya. “Saga enggak tahu alasannya apa itu dewan guru yang tahu.” katanya.

Terkait dengan kedatangan KHF ke rumahnya untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya itu, Abul membantahnya. Pihak keluarga, kata Abul, tidak mengetahui peristiwa tersebut. “Papa tahu ada laporan ini dari saya setelah menonton berita di televisi,” ujarnya.

Demikian pula dengan keterangan yang mengatakan pemerkosaan itu dilakukan oleh khodam atau jin piaran ayahnya. “Itu ngarang semua,” ujar Abul seraya mengakhiri pembicaraan dan masuk ke rumah.

Abul mengatakan, Ponpes Modern DN berdiri tahun 2003 yang membuka pendidikan madrasah diniyah atau setingkat SD, madrasah tsanawiyah setingkat SMP, dan madrasah aliyah setingkat SMA. Sebagian besar santri yang belajar berasal dari daerah terdekat masih wilayah Kabupaten Tangerang. Akan tetapi, Abul tidak menjelaskan berapa jumlah santri ponpes ini.

“Kalau jumlahnya berapa saya enggak tahu. Karena enggak ikut mengelola,” tegasnya. Pantauan Warta Kota, ponpes itu berasa di Kampung Sumurwareng, Kelurahan Sukamulya, sekitar 1 kilometer dari Jalan Raya Cikupa.

Bagian depan bangunan merupakan tempat tinggal KHH dan keluarga. Desain bangunan rumah KHH terbilang mewah dan modern. Di bagian depan rumah terdapat lahan kosong. Sedangkan bagian samping garasi yang bisa menampung sekitar empat mobil. Sementara bangunan pondok terletak persis di belakang rumah KHH. Bangunan dua tingkat memanjang ke samping itu digunakan sebagian sebagai kamar tidur santri.

Setelah Hamil, Santriwati Sempat Diajak Nikah

Khadijah, ibu kandung KHF (15) gadis yang mengaku dihamili Pimpinan Pondok Pesantren Modern DN, di Cikupa, mengaku sempat didatangi oleh istri dan anak dari pimpinan ponpes itu. Tak hanya sekali, mereka datang dua kali, pada tanggal 1 dan 3 Januari silam. Kedatangan mereka, kata Khadijah, adalah untuk menawarkan sejumlah alternatif jalan damai, mulai dari uang ganti rugi, hingga mengawinkan KHF.

Namun Khadijah menolak bila pimpinan ponpes itu ingin menikahi anaknya sebagai bentuk tanggungjawab. “Saat itu kami menolaknya. Dan sampai saat ini tetap menolak. Kita tetap membawa kasus ini ke jalur hukum. Biar hukum yang membuktikan dan memberi ganjaran pelaku,” ujarnya kepada Warta Kota, Kamis kemarin.

Menurut Khadijah, tidak mungkin pihaknya menerima tawaran pelaku yang ingin menikahi anaknya. Sebab, saat ini KHF sangat trauma dan ketakutan terhadap pelaku. “Anak saya sangat takut bila ketemu pelaku, jadi tak mungkin kami menikahkannya pada pelaku,” katanya.

Khadijah menuturkan, dengan membawa hal ini ke jalur hukum ia berharap tidak ada lagi korban berikutnya, karena diduga kuat pelaku juga pernah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati lain selain anaknya. “Biar dia dapat pelajaran dan tidak melakukannya lagi pada yang lain,” katanya.

Khadijah mengatakan, ia berharap pihak kepolisian segera menangkap KHH, sang pelaku, secepatnya. “Sebab bukti-buktinya cukup kuat,” katanya.

Sebelumnya, pengaduan tersebut dibantah oleh pihak tertuduh. Pasalnya, si pimpinan ponpes ini mengidap penyakit diabetes yang menyebabkannya tak bisa ereksi. Tapi, benarkan diabetes selalu menyebabkan ganguan ereksi?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s