Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Kisah Hidup Pembunuh Berantai “Babeh” (1): Paedofil, Homoseks, dan Nekrofilia Januari 15, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 10:52 am

Dari hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka pembunuhan beberapa bocah dengan cara dimutilasi, Baikuni (48) alias Babeh, dapat disimpulkan bahwa tersangka mengalami tiga penyimpangan, yaitu paedofil, homoseks, dan nekrofilia.

Demikian diungkapkan psikolog Universitas Indonesia, Prof Sarlito Wirawan Sarwono, seusai memeriksa kondisi kejiwaan tersangka di Polda Metro Jaya, Kamis (14/1/2010). Pemeriksaan dilakukan dalam rangka penyelidikan oleh kepolisian.

Sarlito menjelaskan, tersangka indikasinya adalah seorang homoseks. Ia tidak bisa terangsang dengan lawan jenis. Hal itu dapat diketahui berdasarkan pengakuannya yang tidak bisa ereksi selama menikah dengan istrinya yang telah meninggal. “Babeh ini homoseks bawaan, bukan jadi-jadian. Dia hanya bisa terangsang pada sesama jenis. Dengan lain jenis, dia tidak bisa,” ucapnya.

Babeh, kata Sarlito, memiliki indikasi lain, yaitu seorang paedofil. Dari pengakuannya, Babeh selalu melakukan hubungan dengan pria di bawah umur 12 tahun. Bahkan, Babeh mengaku telah membunuh tujuh bocah yang menolak diajaknya berhubungan. Setelah tewas, mereka lalu disodomi.

“Dia tidak masturbasi, dia tidak mimpi basah. Hubungan hanya melalui hubungan badan kepada anak laki-laki di bawah 12 tahun. Yang dijadikan korban adalah anak yang bukan peliharaannya, kecuali Ardiyansyah yang sudah dipelihara enam bulan,” papar Sarlito.

Indikasi lain, lanjutnya, Babeh juga mengidap nekrofilia atau penyuka hubungan dengan mayat. “Dia penggemar seks dengan mayat. Walaupun ini bukan bawaan, tapi terpaksalah melakukan setelah ada perlawanan (korban) lalu dibunuh,” ucapnya.

Sarlito menambahkan, pedagang asongan itu melakukan pola kejahatan dengan teratur dan tidak pernah berubah atau kompulsif. Hal itu terlihat dari caranya membunuh, yakni dengan cara menjerat leher korban memakai tali lalu menyodomi, memotong tubuh korban, memasukkan mayat ke dalam kardus, dan membuangnya ke tempat ramai.

Kenapa korbannya dibuang ke tempat ramai? Babeh bilang supaya bisa dikuburkan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s