Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Ups, Arah Kiblat 35 Masjid di Jateng Ternyata Salah Januari 15, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 11:01 am

Baha, membuat heboh warga satu kampung. Pemuda yang hobi mabuk ini mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan bahwa kiblat masjid di kampungnya, salah.

Setelah berdebat panjang, Bang Jak, marbot di musala itu, akhirnya percaya dengan ucapan Baha. Bahkan dia sampai punya kesimpulan, musala itu tidak menghadap Kakbah tapi malah Stadion Manchester United.

Itu memang bukan kisah nyata, dan hanya sepotong cuplikan adegan di sinetron Para Pencari Tuhan yang diperankan Tora Sudiro dan Dedi Mizwar. Namun kejadian serupa itu ternyata juga ada di Jawa Tengah, salah satunya di Semarang.

Kesalahan arah kiblat diketahui terjadi di Masjid Raya Baiturahman Semarang. Setelah ditelusuri arah kiblat masjid itu ternyata bergeser 2 derajat nol menit 32,48 detik, kurang ke selatan dari arah seharusnya.

“Itu artinya selama ini titik kiblat Masjid Baiturahman ada di titik
214 kilometer dari Kakbah,” jelas Muhammad Syafiq, Kasi Pengembangan Kemitraan Umat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Depag Jateng siang tadi, Kamis (14/1/2010).

Kesalahan ini terkuak saat dilakukan pengukuran ulang dengan menggunakan alat teodolit oleh Tim Sertifikasi Arah Kiblat Jateng kemarin. Pengukuran ini baru dilakukan satu kali karena tim ini baru saja dibentuk oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

Syafiq mengatakan masjid yang dibangun pada 26 Januari 1968 dan diresmikan pada 27 Februari 1969 itu bukan satu-satunya masjid yang arah kiblatnya salah. Seluruh masjid agung di 35 kabupaten/kota di Jateng arah kiblatnya salah.

Saat didirikan tahun 1968 penentuan arah kiblat Masjid Raya Baiturahman dibimbing oleh ahli falak dari Kudus bernama Mbah Kyai Jalil.

Mengapa bisa bergeser dari semestinya? Menurut Syafiq ada beberapa faktor. Yang pertama adalah memang saat pertama kali dibangun penentuan kiblat sudah kurang tepat. Faktor yang kedua adalah karena pengaruh kejadian alam seperti gempa atau semacamnya sehingga posisi tanah bergeser.

“Tapi pergeseran akibat gempa sangat kecil. Paling hanya bergeser kurang 1 derajad. Apalagi di Semarang tak pernah terjadi gempa besar. Jadi kemungkinan terbesar adalah salah ukur pada waktu pertama kali membangun,” ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s