Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

SEJARAH BEKASI Januari 16, 2010

Filed under: Kumbang Asal Usul — kumbang99 @ 9:16 pm

Asal mula nama Bekasi terkait dengan masa pemerintahan kerajaan Tarumanagara dengan rajanya yang terkenal, Purnawarman. Kerajaan Tarumanegara meliputi daerah-daerah Banten, Sundakalapa (Jayakarta atau Jakarta), Bogor, Bekasi, sampai sebelah timur Citarum.

Pada masa pemerintahannya, Purnawarman membangun saluran irigasi yang dikenal sebagai Chandrabaga membentang sejauh 11 km dan melewati daerah Bekasi sekarang ini. Saluran irigasi ini masih bisa dijumpai sekarang dalam bentuk Kali Bekasi.

Kata “chandra” dalam Chandrabhaga, berarti sasih atau bulan Bhaga. Urutan kata Chandrabhaga dibalikan menjadi Bhagasasi, kemudian berubah lagi menjadi Bhagasi, lalu berubah lagi menjadi Bekasi seperti yang diucapkan sampai sekarang ini.

Versi lain mengatakan bahwa Bekasi berasal dari kata “baghasi”, “baghasasi”, atau “baghasasih”. Kata ini pun merupakan penerjemahan dari kata Chandrabaga. Chandra artinya ‘bulan, sasih (bahasa Jawa kuno)’ dan bhaga artinya ‘bagian’. Secara harfiah chandrabhaga berarti ‘bagian dari bulan’.
Keterangan mengenai Chandrabhaga dapat dilihat dari petikan prasasti berikut.

Pura rajadhirajena guruna pinabahuna khata khyatam Purimprapya chandrabagharnnavam yayau, Pravardhamana – dravincad – vatsare crigunaujasa Narendradhvayabhutena crimata purnnvwrmmana parabhya Phalgune mase khata krsna tasmitithau caitrasukla Trayosdsyam dibais siddhaikavinsakaih a yata Satrasahasrena dhanusam sasaterna cadvavinsena nadi ramya gomati nirmalodaka pitamahasya rajasser vvidarya sibiravanim brahmanair o-sahasrena prayati krtdaksina.

‘[Dahulu sungai Candrabaga digali oleh Rajadirajaguru yang berlengan kuat (besar kekuasaannya), setelah mencapai kota yang mashur, mengalirlah ke laut. Dalam tahun ke-22 pemerintahannya yang makin sejahtera, panji segala raja, yang termashur Purnawarman, telah menggali saluran sungai Gomati yang indah, airnya jernih, mulai tanggal 20 bagian bulan gelap Palguna dan selesai tanggal 20 bagian bulan terang Caitra, selesai dalam waktu 20 hari. Panjangnya 6122 busur (kurang lebih 11 km) mengalir ke tengah-tengah kakeknya, Sang Rajaresi. Setelah selesai dihadiahkanlah 1000 ekor sapi kepada para brahmana]’.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s