Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Pokok Sengketa Herman Sarens Vs TNI (2) Januari 20, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 11:58 am

Pada 22 Mei 1995, TNI (saat itu masih ABRI) melakukan penyitaan atas tanah di Buncit. Kala itu Herman bersedia menyerahkan dua sertifikat tanah hasil pengadaan ABRI tahun 1971 seluas 7.520 meter persegi. Sementara itu, enam sertifikat tanah hasil hibah seluas 19.270 meter persegi masih dipegang Herman. “Alasannya, enam sertifikat itu sedang digadai,” tutur Sagom.

Kemudian, karena tidak juga berhasil menemukan jalan damai, Mabes ABRI melalui Surat Keputusan Kasum ABRI No Skep/775/X/1995 tanggal 27 Oktober 1995 memerintahkan untuk menahan Herman Sarens Sudiro. Ia diduga melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 1 Ayat 1 Huruf c Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 415 KUHP.

Pada 7 November 1995, kasus sengketa tanah ini diserahkan kepada Mahkamah Militer II Jakarta. Selanjutnya, pada 11 Desember 1995 Mahkamah Militer memutuskan agar Herman menyerahkan enam sertifikat yang masih disimpannya.

“Pak Herman lalu memberikan enam sertifikat itu. Kemudian, kita menyerahkan delapan sertifikat ke Badan Pertanahan. Akhirnya, Badan Pertanahan mengeluarkan sertifikat hak pakai untuk Hankam/ABRI,” tutur Sagom.

Cerita belum selesai. Sagom menuturkan, setelah sertifikat hak pakai dari Badan Pertanahan Nasional keluar, Herman Sarens justru mengajukan gugatan terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta dan Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan di Pengadilan Tata Usaha Negara pada Agustus 2007. Gugatan Herman ditolak pada tingkat pertama dan banding. Saat ini proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara masih berlanjut di tingkat kasasi dan belum ada putusan.

Sementara itu, pada 4 Februari 2008 pihak TNI memutuskan untuk melanjutkan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Herman. Karena status Herman pada saat peristiwa terjadi masih anggota aktif TNI, perkara pidana ini digelar di Mahkamah Militer II Jakarta. Proses persidangan atas nama Herman di mahkamah militer dimulai pada awal tahun 2009.

Nah, pada proses persidangan inilah Herman mengabaikan tiga kali panggilan yang dilayangkan Oditur Militer Tinggi. Panggilan pertama dilayangkan pada 21 Januari 2009 untuk jadwal sidang 29 Januari 2009. Panggilan kedua 18 Februari 2009 untuk hadir pada persidangan 3 Maret 2009. Panggilan terakhir dilayangkan 5 Maret 2009 untuk persidangan 12 Maret.

Selanjutnya, karena Herman tidak kunjung menanggapi panggilan tersebut, Oditur Militer Tinggi pun meminta bantuan kepada Polisi Militer Kodam Jaya untuk menjemput paksa Herman.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s