Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Banyak Ekspatriat Jadi Pelaku Sodomi? Januari 22, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 10:02 am

Munculnya nama-nama seperti Robot Gedek dan Babeh sebagai pelaku sodomi sekaligus mutilasi anak-anak jalanan sempat memunculkan stigma di masyarakat bahwa pelaku sodomi dan mutilasi, sebagaimana korbannya, adalah mereka yang berasal dari golongan masyarakat kelas bawah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan, kejahatan sodomi ataupun mutilasi rupanya tak mengenal kelas.

Siapa pun, baik dari golongan masyarakat kelas atas maupun dari golongan masyarakat yang dikatakan kelas bawah, bisa saja menjadi korban dari tindak kriminal sodomi ataupun mutilasi. Demikian pula pelakunya ternyata tak melulu datang dari kalangan masyarakat miskin kota.

Yang mengejutkan, berdasarkan pantauan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sahabat Anak di Indonesia beberapa tahun terakhir, ternyata banyak tindak sodomi atau pedofilia terhadap anak dilakukan oleh kalangan masyarakat ekspatriat atau warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Sayangnya, sebagian besar dari aksi sodomi yang dilakukan oleh para ekspatriat itu tidak sempat terungkap ke area publik, seperti kasus Robot Gedek ataupun Babeh yang hingga detik ini masih menghebohkan masyarakat.

Menurut aktivis Sahabat Anak, Benny Lummy, berdasarkan pantauan para sukarelawan Sahabat Anak di berbagai kawasan vital di Jabodetabek, ditemukan sejumlah kasus sodomi atau pedofilia terhadap anak-anak yang pelakunya adalah ekspatriat. Beberapa di antara kasus tersebut korbannya adalah anak-anak jalanan.

“Jadi, tidak menjamin masyarakat kelas atas tidak akan melakukan tindakan seperti itu juga. Buktinya, dari pantauan kami di Jabodetabek saja banyak ekspatriat yang melakukan sodomi itu. Cuma tidak terekspos ke publik saja,” papar Benny saat ditemui Kompas.com di Kantor LBH Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Benny menambahkan, modus yang digunakan para ekspatriat tersebut dalam melakukan aksi sangat variatif. Ada yang sengaja mengumpulkan anak-anak jalanan di rumahnya untuk diajarkan bahasa Inggris.

Seusai pelajaran berakhir, mereka melakukan aksi bejatnya. Bahkan, ada juga di antara mereka yang sudah memiliki kurir sendiri yang sengaja dikirim ke jalan-jalan untuk mencari “mangsa” setiap saat.

“Pernah juga ada satu kasus, seorang anak jalanan datang ke kami karena ketakutan dikejar-kejar warga asing gara-gara dia lari waktu dipaksa melakukan sodomi. Menariknya, dia lari membawa sebuah kamera dan di dalam kamera tersebut kami menemukan rekaman adegan si ekspatriat itu sedang memaksa dua anak melakukan hubungan seks. Tapi, kejadiannya bukan di Indonesia,” ujar Benny.

Diakui Benny, hingga saat ini, di Jabodetabek saja masih banyak kasus serupa yang belum terungkap dan tertangani secara serius oleh pihak-pihak yang berwenang. Sementara itu, berdasarkan data dari Jakarta Centre for Street Children, pada tahun 2000 saja ada sekitar 60 kasus sodomi atau pedofilia yang dilakukan oleh warga asing dan itu merupakan kasus-kasus yang berhasil diungkap. Diperkirakan masih ada puluhan, bahkan ratusan, kasus lainnya yang tidak berhasil diangkat ke area publik.

Ironisnya, dari 60 kasus tersebut pun hanya 3 yang berhasil ditindaklanjuti hingga ke tingkat pengadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s