Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Dunia Terjebak Resesi Kedua? Januari 22, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 7:34 pm

PBB memberikan ultimatum, ekonomi dunia menghadapi ancaman jatuh ke resesi kedua jika kebijakan stimulus dihentikan. Namun, pernyataan itu bagi Indonesia dinilai berlebihan.

Bambang Prijambodo, Direktur Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai ultimatum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut berlebihan. Ia tidak melihat alasan terhadap kekhawatiran PBB itu jika stimulus global dihentikan yang ditandai dengan penurunan ekonomi global.

Namun ia mengakui, adanya konsekuensi jika stimulus global dicabut secara serentak dan dihentikan di seluruh dunia. “Konsekuensinya adalah negara-negara di kawasan Asia pertumbuhannya tidak akan setinggi seperti sebelum krisis 2008, tapi tidak akan jatuh pada resesi kedua,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (22/1).

PBB meramalkan ekonomi global bisa menguat pada 2010 dengan tingkat pertumbuhan 2,4%. Namun, ekonomi juga menghadapi ancaman jatuh ke resesi kedua (double dip recession) jika pemerintah terlalu dini mengakhiri kebijakan stimulus.

Rebound permintaan masih belum stabil di beberapa negara dan jauh dari kesinambungan. Sebagian besar rebound pada sektor riil terkait kebijakan stimulus fiskal pemerintah,” ungkap PBB dalam laporan tertulis bertajuk World Economic Situation and Prospects 2010.

PBB memperingatkan terlalu dini untuk mengakhiri stimulus global yang berjumlah US$2,6 triliun. PBB meramalkan produk domestik bruto (PDB) dunia turun 2,2% di 2009. “Jika pemerintah di dunia mempertahankan kebijakan ekonomi, akan ada pertumbuhan 2,4% di 2010. Volume perdagangan juga tumbuh 5% setelah anjlok 13% di 2009,” papar PBB.

Namun, PBB menilai kondisi pemulihan dengan pertumbuhan yang berkelanjutan masih suram sebab permintaan konsumen dan investasi masih lemah. Pengangguran pun terus tumbuh, terutama di negara maju. PBB juga tidak setuju bahwa penguatan di pasar saham merupakan indikasi terjadi pemulihan berkelanjutan.

“Penguatan harga saham dunia di atas ramalan mungkin menunjukkan bawa sektor keuangan di negara maju masih terdapat masalah. Ketersediaan kredit masih terguncang dan ini akan memicu kegagalan institusi keuangan dalam waktu dekat,” ungkap laporan tersebut. Laporan PBB menyebut potensi pertumbuhan negara berkembang di 2010. Setelah tumbuh perlahan di 2009, ekonomi bisa tumbuh lebih cepat di 2010. Negara maju diprediksi tumbuh 1,3% di 2010 dan negara berkembang 3,5%. China diramalkan tumbuh 8,8% atau naik 0,7% dibandingkan 2009.

Bambang Prijambodo, kembali mengatakan, pihaknya melihat adanya pemulihan ekonomi yang sedikit melambat di kawasan Amerika Utara dan sebagian di Eropa. Tetapi ada kemajuan pemulihan ekonomi yang lebih baik di kawasan Asia terutama digerakkan oleh China dan India.

Data terakhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi China mencapai 10,7% (year on year) di triwulan keempat 2009. Hanya saja, pertumbuhan di Asia masih bersifat jangka pendek. “Sebab, kawasan Asia merupakan kawasan ekonomi yang export oriented ke negara-negara paling maju yaitu Amerika Utara dan Uni Eropa,” ucapnya.

Karena itu, jika pemulihan ekonomi di kawasan Amerika Utara termasuk AS dan Uni Eropa melambat, kemampuan ekonomi Asia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari sebelum resesi 2008 akan mengalami gangguan. “Statemen dari PBB itu, akan lebih sesuai jika ditujukan untuk Amerika Utara dan Uni Eropa,” timpalnya.

Sebab, pertumbuhan lambat terjadi di negara-negara seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara Eropa seperti Perancis dan Jerman. Sumber-sumber pertumbuhan di AS antara lain konsumsi, pengeluaran pemerintah, dan eksport netto-nya masih lamban. “Intinya, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi di AS, beberapa negara di Eropa, dan Jepang, progressnya lambat,” ujarnya.

Semua itu, akan menghambat negara-negara di kawasan Asia tumbuh lebih tinggi dibandingkan sebelum resesi 2008. Sebab, 50% perekonomian dunia direpresentasikan oleh AS dan Uni Eropa. “Sedangkan negara-negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mewakili 69% ekonomi dunia,” ungkapnya.

Namun demikian, Bambang keukeuh optimistis kalaupun stimulus dicabut. Ia yakin dunia tidak akan jatuh kembali pada resesi kedua. Perlambatan di Amerika Utara dan beberapa negara Eropa hanya menghambat pertumbuhan Asia yang lebih tinggi dari sebelum resesi 2008. “Tapi, tidak akan kembali pada resesi,” tukasnya.

Untuk Indonesia, Bambang optimistis pertumbuhan di level 5,5% pada 2010 bisa dicapai dengan defisit anggaran 1,6%. “Fundamental ekonomi Indonesia masih konfident,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s