Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Mengapa Komputer DPR Dipersoalkan? Januari 24, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 10:42 am

Di tengah ingar-bingar Pansus Hak Angket menyelesaikan penyelidikan kasus dana talangan Bank Century, komputer baru yang diperuntukkan ke seluruh anggota DPR menjadi pembicaraan hangat.

Menyoal komputer Dell Studio One yang diperuntukkan anggota DPR dari sisi fungsi dan tujuan sebenarnya kurang relevan. Komputer yang dibanderol dengan harga Rp11,5 juta ditambah seperangkat printer dengan harga Rp3,5 juta dengan total Rp 15 juta jelas diperuntukkan untuk menunjang kinerja anggota DPR.

Menurut Sekjen DPR Nining Indra Saleh pengadaan komputer bagi anggota DPR dilakukan dengan tender terbuka. “Harga komputer ini karena dibeli lewat tender, harganya Rp11,5 juta untuk komputernya. Ditambah Rp3,5 juta untuk printer,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/1). Pernyataan Sekjen DPR itu menepis kecurigaan publik atas pengadaan komputer bagi anggota DPR yang dinilai terlalu mewah dan berlebihan.

Sementara terpisah anggota DPR dari dari Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo menegaskan dari pengetahuannya mengenai perangkat keras komputer, tidak ada indikasi korupsi dari proses pengadaan komputer bagi anggota DPR. “Kalau saya melihatnya harga Rp15 juta itu jika melihat spesifikasi komputernya masih masuk hitungan. Artinya tidak ada mark up atas pengadaan komputer tersebut,” ujarnya.

Hanya saja, Roy menilai, spesifikasi komputer baru itu terlalu berlebihan buat para anggota DPR yang hanya menggunakan komputer itu sekadar untuk berkirim e-mail dan menggunakan aplikasi office, misalnya. “Ini seperti orang yang diberi motor untuk GP yang harganya mungkin miliaran rupiah, namun diberikan kepada pembalap-pembalap amatir jalanan. Harga motor yang dibeli itu memang benar miliaran, namun apakah motor itu pas diberikan kepada pembalap jalanan itu yang menjadi masalah,” jelasnya.

Sementara Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menilai pengadaan komputer anggota DPR sebanyak 560 unit itu berlebihan. “Saya kira itu hanya pemborosan saja, Cuma gaya-gayaan,” tegasnya seraya mempertanyakan apakah dengan pengadaan komputer baru simetris dengan produktivitas kinerja anggota DPR.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro juga menilai anggaran pengadaan komputer tidak perlu. Apalagi, pengadaannya dilakukan setiap anggota DPR baru. “Itu anggaran yang tidak perlu, tidak relevan. Masa ganti anggota, diambilin (komputernya) ya nggaklah,” ujarnya.

Terkait dengan pengadaan komputer, Siti menilai, seharusnya yang perlu direformasi adalah pihak sekertariat jenderal (setjend). Karena dalam pandangan Siti, setiap lima tahun sekali anggota DPR bisa berganti, namun Sekjen tidak pernah berganti. “Ini memang bukan salah dia (angota dewan sekarang) ini salah kesekjenan. Yang in and out itu kan anggota DPR, sedangkan kesekjenan tetap. Jadi lembaga kesekjenan ini juga perlu direformasi,” katanya.

Memang tidak relevan menyoal komputer dengan harga Rp15 juta itu jika memang untuk menunjang produktivitas anggota DPR. Namun yang patut disoal adalah dalam proses pengadaan komputer itu oleh Setjen DPR.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s