Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Pesantren, Lembaga Pendidikan Alternatif yang Unggul Januari 24, 2010

Filed under: Kumbang IPTEK — kumbang99 @ 6:56 pm

Menghadapi tantangan globalisasi yang berat, pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan alternatif yang unggul. Hal itu dikemukakan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama (Depag) Chairul Fuad Yusuf, saat menjadi narasumber dalam Halaqah Alim Ulama bertema Revitalisasi Pendidikan Salafiyah dan Diniyah Dalam Konteks Pembangunan Bangsa.

Acara itu dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Drs H Suryadharma Ali MSi yang didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Depag Prof Dr Muhammad Ali dalam kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).

Selain Chairul Fuad, hadir sebagai narasumber antara lain, mantan Menag yang juga pakar pendidikan Islam Prof KH Tolchah Hasan dan Rektor UIN Malang Prof Dr Imam Suprayogo. Juga tampak hadir, Kepala Kanwil Depag Jatim Imam Haramain, Wakil Bupati Probolinggo Habib Salim Quraisy, tokoh nasional yang juga Wakil Ketua Umum DPP PPP Drs HA Chozin Chumaidy, pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini yang juga mantan anggota DPD KH Abdul Mujib Imron, dan KH M Subadar. Halaqah diikuti sekira 300 peserta dari kalangan alim ulama, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, pakar dan praktisi pendidikan agama.

“Selain soal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), hal ini terutama dalam rangka pembangunan moral dan humanisme universal (akhlak al-karimah), perekat dan penguat nasionalisme,” ujarnya.

Kemudian, tutur Fuad, pondok pesantren juga mampu menjadi “tameng” budaya (counter culture) terhadap pengaruh destruktif tradisi asing dan dampak negatif keterbukaan informasi, pemantapan etos hidup, serta pembentuk pribadi mandiri, utuh, unggul, kreatif, inovatif, dan sederhana.

Menurut dia, keunggulan pondok pesantren itu akan nampak bila institusi dimaksud memenuhi beberapa persyaratan. Pertama, bervisi tafaqquh fi al-din dan pengembangan masyarakat dalam berbagai aspek, seperti sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.

“Kemudian, ada pembelajaran (pendidikan) yang terkondisikan secara integratif, ada kemudahan pengelolaan seperti penataan, pengarahan, pembimbingan, komunikasi, kontrol, dan beragam bentuk pemberdayaan edukatif lainnya sesuai visi dan misi pesantren yang bersangkutan,” ucapnya.

Selain itu, tutur Chairul Fuad menambahkan, pondok pesantren sangat potensial untuk meningkatkan kualitas keluaran atau output maupun outcome pendidikan.

Meski demikian, Chairul Fuad mengatakan, kini pendidikan Islam, terutama pesantren salafiyah, masih cenderung berorientasi aspek penguasaan pengetahun berdasarkan metode hapalan.

“Padahal, mestinya berorientasi pada pembentukan pribadi demokratis, humanis, dan religius. Integritas pendidikan semacam itu harus berada dalam program sekolah secara menyeluruh (sistemik). Kemudian, harus menggunakan pendekatan dan metode yang menarik, motivatif, dan implementatif. Selain itu, juga menggunakan pendekatan perencanaan sosial atau social planning approach,” pungkasnya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s