Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Santri ABG yang Dihamili Akhirnya Datangi Komnas PA Januari 28, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 9:59 pm

Karena tak juga ditindaklanjuti dan diperiksa sebagai saksi korban oleh Polda Metro Jaya sejak 11 Januari lalu, KHF (15), santriwati yang diduga dihamili oleh kiainya KHH (63), akhirnya mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak, Rabu (27/1/2010).

KHH adalah pimpinan Pesantren Darun Nadwah di Desa Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Banten, tempat KHF mondok.

KHF yang ditemani ibunya, Khadijah dan sejumlah pengacara publik dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Jakarta, meminta Komnas PA mendesak Polda Metro Jaya untuk segera menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang dialaminya.

Seperti diberitakan, gadis belia KHF, santriwati kelas I Aliyah di Pesantren Darun Nadwah di Desa Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Jawa Barat diperkosa oleh pimpinan pondok pesantrennya sendiri, KH Hamdhan, yang juga guru mengajinya hingga hamil enam bulan.

Peristiwa pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan sang pimpinan ponpes terhadap KHF, terjadi 19 Juli 2009 lalu dan baru terbongkar setelah perut gadis belia itu membesar dan diketahui ibu kandung KHF pada 18 Desember 2009.

Khadijah sempat mendatangi pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Namun pelaku membantah pernah menyetubuhi korban dan berdalih yang melakukannya adalah khodam atau jin piaraannya yang merubah wujudnya menjadi pelaku.

Selain itu, KH Hamdhan mengaku sudah dua tahun tak mampu melakukan hubungan suami istri. Karenanya keluarga korban melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya pada 11 Januari 2010 lalu dengan didampingi Perhimpunan Bantuan Hukum dab HAM Indonesia (PBHI) Jakarta.

Ketua PBHI Jakarta, Hendrik pihaknya telah melaporkan kasus KHF ke Polda Metro Jaya pada 11 Januari 2010 lalu. No laporan tersebut adalah LP/81/K/1/2010/SPK Unit III.

“PBHI sudah melaporkan kasus ini ke Polda tanggal 11 Januari dan kini sedang dalam proses. Korban juga sudah divisum. Sekarang tinggal tunggu perkembangan dan tahapan-tahapan selanjutnya. Yang terpenting sih pelaku harus bisa segera ditangkap dulu,” ujar Hendrik.

Namun, Hendrik mengeluhkan lambannya pihak Polda Metro Jaya dalam menangani kasus ini.

Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, yang menerima kedatangan korban beserta ibu dan sejumlah aktivis PBHI mengatakan tidak diperiksanya KDF sebagai saksi korban sejak pelaporan tanggal 11 Januari 2010 lalu merupakan kejanggalan dan bukti tidak pedulinya pihak kepolisian atas kasus ini.

“Kami akan kirim surat ke Polda Metro Jaya untuk segera menindaklanjuti kasus ini,” ujarnya.

Menurut Arist, paling tidak Polda Metro mesti memeriksa korban sebagai saksi awal untuk mendapatkan bukti-bukti adanya pelecahan seksual hingga hamil. Dalam laporan pada 11 Januari lalu, pelaku diancam sesuai Pasal 81 dan 82 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Arist mengungkapkan pihaknya juga akan melakukan trauma healing bagi korban agar dapat melewati proses persalinan dengan baik.

“Sebab, kini korban sudah hamil enam bulan lebih dan sudah akan melahirkan sekitar tiga bulan kedepan,” katanya.

Arist juga meminta agar ibu dan keluarga korban mau menerima anak yang dilahirkan korban sebagai keluarga baru mereka. Menurut Arist, anak yang dilahirkan korban harus mendapatkan jaminan perawatan yang layak.

“Dan ibu korban mau merawat dan menerima bayi yang dilahirkan anaknya sebagai cucunya,” kata Arist.

Khadijah, ibu KDF mengungkapkan, dia akan menerima bayi dari anak kandungnya itu dan akan merawat serta menjaganya dengan baik. Namun ia meminta agar proses hukum terhadap pelaku berjalan terus. “Saya mau pelaku dihukum setimpal,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s