Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Gadis Online Merayu hingga ke Kamar Tidur Februari 2, 2010

Filed under: Kumbang Net — kumbang99 @ 11:10 am

jagat baru dunia prostitusi. Para pekerja seks kini tidak lagi bisa dilokalisir layaknya lokalisasi seperti Dolly dan Jarak. Iklan-iklan menggiurkan kini mulai menyerbu hingga ke kamar tidur. Semuanya berawal dari internet.

Dan Facebook punya segalanya. Situs ini tidak hanya mempertemukan kawan lama yang hilang, tapi juga menawarkan petualangan bagi lelaki hidung belang, kaum lesbian dan homo. Kasus trafficking berbau pelacuran yang dirilis Polwiltabes Surabaya, Minggu (31/1), hanya gunung es yang tampak puncaknya saja.

Bila ditelisik lebih lanjut, cukup mudah menemukan bisnis ini. Pelacuran maupun pelacuran di bawah umur bisa terendus di komunitas facebook.Mereka memiliki ciri khas nama account. Misalnya, bisa pakai (bispak) atau bisa bayar (bisyar). Tidak mudah masuk ke jaringan ini.Selain harus meminta izin pengelolanya, mereka harus membayar sejumlah uang administrasi.

Seorang wanita panggilan juga pasang iklan di facebook. Pada suatu kesempatan, dia memasang foto pribadi paling seronok. Ternyata peminatnya sangat banyak. Ini terbukti dari komentar di account pribadinya.

”Katanya sekarang tarif naik ya, gara-gara kebanjiran order,……………… jangan gitu donk, ntar di boikot di forum lho,” kata salah satu penggemar wanita itu.

Yeyen, nama samaran wanita itu, tampak begitu menikmati pujian- pujian penggemar nya. Bahkan untuk menyedot perhatian lelaki hidung belang, dia memasang foto lebih vulgar lagi.Lama kelamaan, penggemarnya berlimpah sampai Yeyen kewalahan.
”Wah…tarifnya udah keburu naik ya….pdhl gue blm sempat nyicipin loe nih say.” lanjut penggemarnya yang lain.

Yeyen tidak sendiri dalam bisnis pelacuran online ini. Ada banyak nama-nama lain yang siap promosi hingga ke kamar tidur melalui internet. Biasanya, untuk memancing calon pelanggannya, wanita ini memasang foto bintang film asal Hong Kong, Taiwan maupun Jepang. Selain untuk menarik perhatian, foto yang terpampang untuk mengelabui calon pelanggan. Sebut saja nama account Yenni Maniz. Dia memasang foto seorang artis asal Hong Kong.

Calon pelanggannya baru mengenal setelah Yenni Maniz menerima permintaan pertemanan. Selanjutnya tergantung pembicaraan antara Yenni dan calon pelanggannya. Bagaimana caranya kencan dengan mereka? Seorang anggota mail list yang pernah ketemu dengan Yeyen mengatakan, caranya relatif gampang. Awalnya dia berkenalan dengan Yeyen dari situs pertemanan facebook.

Setelah saling bincang, tawaran kencan mengalir. Dari situ gayung bersambut.Yeyen belakangan diketahui sebagai gadis panggilan yang ‘mencari’ pasar dari facebook.

“Dari ngobrol-ngobrol itu, kita akhirnya janjian di sebuah hotel,” kata anggota salah satu mail list kencan itu. Tidak hanya account pribadi seperti Yeyen maupun Yenni Maniz. Di facebook, juga banyak grup yang menawarkan para gadis-gadis online ini.

Sebut saja grup bokingan. Situs bookingan online ini dengan terbuka membawa pelacuran ke dunia online. Tidak tanggung-tanggung, pengelolanya juga membuka nomor telepon untuk menghubunginya.

“Berhubung permintaan byk…yg mau psen ce bispak…ada biaya admin sbsar Rp. 200.000. yg serius akan gw respon… CS: 08191496xxxx ATAU 08191162xxxx.“

Begitu iklan di pengelola itu. Kini keberadaan pelacuran sudah tak berbatas ruang dan waktu. Hingga kamar pribadi pun bisa ditembus melalui dunia maya. Terkait fenomena maraknya prostitusi di situs jejaring seperti facebook, diakui Kasatreskrim Polwiltabes AKBP Anom Wibowo tak mudah menguaknya. Kendati demikian ia berupaya memantau setiap situs yang mencurigakan dan ditengarai sebagai strategi trafficking.

“Sangat tidak mudah melacak mereka melalui internet, karena rata-rata mereka juga menyembunyikan lokasi dan identitasnya.Selain itu pengakses pun tidak mudah membocorkan keberadaan situs tersebut,” ujar AKBP Anom.

Tapi pihaknya tak akan segan bertindak jika ada laporan dari masyarakat. Selain itu situs jejaring seperti facebookbersifat universal.Jadi walaupun banyak ditemukan, belum tentu pula itu benar-benar bisnis prostitusi atau trafficking.

Pelakunya juga bisa dari wilayah lain. Inilah yang menjadi kendala untuk bertindak hanya bermodal informasi dari facebook. Malah bisa jadi pemilik account hanya sekadar iseng atau mainmain saat memasang berbagai informasi berbau prostitusi. Dengan kendala yang ada tersebut, sejauh ini diakuinya memang lebih efektif menelusuri keberadaan trafficking langsung di lapangan.

 

4 Responses to “Gadis Online Merayu hingga ke Kamar Tidur”

  1. darahbiroe Says:

    ijin mengamankan pertamax wah wah wah pengalamn pribadi nuy jangan jangan

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  2. Agus Purwoko Says:

    Mengamankan posisi kedua ya!
    Wah pasti dari pengalaman pribadi atau jangan2…?
    Ha.ha.ha….

  3. kumbang99 Says:

    sembarangan ‘pengalaman pribadi’, baru juga mo cari pengalaman…🙂

  4. Udin Says:

    Q pgen minta n0merx ceue doly d0nk. .
    Hbis q mlez maen kcna . Lbh baeg tlp ,truz jnjian dmna tmptnya mau maen. .

    Bo0oleEeEhHhH ea a a a a?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s