Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

Berdemokrasi Bukan Berarti Melanggar Etika Februari 4, 2010

Filed under: Kumbang oase — kumbang99 @ 12:36 pm

Banyak pihak yang menilai kehidupan berdemokrasi masyarakat Indonesia sudah maju dan berkembang lebih baik.

Sejak reformasi bergulir kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul sudah dibuka lebar-lebar. Bahkan kebebasan pers dan penghargaan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia sudah lebih baik dibanding negara berkembang lainnya.

Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi

Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC), Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’.

Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi.

Mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pernah mengatakan bahwa demokrasi telah berjalan baik di Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan populasi 4 besar dunia berhasil melaksanakan demokrasi.

Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia telah berhasil menerapkan demokrasi. Diharapkan agar perkembangan ekonomi juga makin meyakinkan, sehingga demokrasi bisa disandingkan dengan kesuksesan pembangunan.

Mencermati jalannya demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini kita bisa merasakan bahwa banyak pihak dan kalangan yang belum memahami kehidupan demokrasi yang sesuai dengan kepribagian bangsa Indonesia. Sebagai contoh, pemerintah telah memberikan kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul, sebagai wujud dari majunya demokrasi di Indonesia.

Namun, kenyataannya kebebasan itu disalahgunakan, terutama ditunjukkan saat pelbagai kalangan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bagian dari alam demokrasi.

Aksi Unjuk rasa tidak dilakukan dengan kaidah-kaidah demokrasi atau nilai dan norma budaya bangsa Indonesia, tetapi dilakukan dengan anarkhis, merusak, bahkan telah melanggar etika berbangsa dan bernegara.

Contohnya para pengunjuk rasa melakukan pelecehan terhadap simbol-simbol negara dengan membakar gambar presiden dan wakil presiden, karena aksi unjuk rasa anarkis tidak dikenal dalam alam demokrasi.

Saya berharap masyarakat Indonesia bisa memahami kehidupan berdemokrasi dan tidak malah mencederai demokrasi dengan tindakan anarkhis dan melanggar etika kepatutan.

Kita bisa menyampaikan protes dengan santun dan proporsional sesuai kepribadian bangsa Indonesia yang terkenal ramah dan santun.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s