Kumbang99 Blog

Just another WordPress.com weblog

PATUNG “MATA HATI GUS DUR” Februari 9, 2010

Filed under: Kumbang News — kumbang99 @ 8:28 pm

Dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sejumlah seniman membuat empat patung batu Presiden RI keempat itu.

Empat karya itu adalah patung “Mata Hati Gus Dur” karya Cipto Purnomo, “Gunung Gus Dur” karya Ismanto, “Presiden di Sarang Penyamun” karya Samsudin, dan “Gladiator Gus Dur” karya Jono.

Salah satu patung menuai kontroversi. Disebutkan Gus Yusuf panggilan akrab pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori, patung “Mata Hati Gus Dur” menyerupai Buddha dengan posisi sedang bersemedi.

Bedanya, wajah patung itu adalah wajah Gus Dur yang memakai kaca mata tebal.

Patung itupun menuai kontroversi. Protes datang dari Dewan Pengurus Pusat Pemuda Theravada Indonesia (DPP PATRIA).

Kalangan komunitas seniman Magelang yang diwakili KH Yusuf Chudlori lantas meminta maaf kepada pemuda Buddha.

“Sebetulnya niatan dari teman-teman seniman Magelang itu untuk menggambarkan tentang betapa sangat pluralisnya Gus Dur tanpa maksud lebih dari itu,” kata Gus Yusuf kepada VIVAnews di Solo, Senin, 8 Februari 2010, malam.

“Waktu itu saya dimintai komentar dan saya pun menjawab Gus Dur tidak hanya milik orang Islam dan jika dilihat dari ekspresi seni itu wajar dan sah-sah saja,” lanjut dia.

Dia menambahkan, kalau patung itu sampai menyakiti kalangan umat Buddha. “Itu bukan sifat Gus Dur untuk menyakiti agama lain.”

“Oleh sebab itu, saya mungkin  mewakili teman-teman seniman Magelang meminta maaf. Dan barangkali nanti bisa diselesaikan dengan baik-baik,” tegasnya.

Pada intinya, lanjut dia, tak ada sedikit pun untuk melukai umat Buddha.

Apa Alasan Seniman Membuat Patung ‘Buddha Gus Dur’?

Dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sejumlah seniman menggelar pentas seni budaya bertajuk ‘Multitesisgusdurisme’ yang menampilkan empat patung Gus Dur.

Empat patung yang dipamerkan adalah “Gunung Gus Dur” karya Ismanto, “Presiden di Sarang Penyamun” karya Samsudin, dan “Gladiator Gus Dur” karya Jono, dan “Mata Hati Gus Dur” karya Cipto Purnomo – yang menuai kontroversi karena berwujud perawakan Buddha yang sedang bersemedi. Bedanya, wajah Sang Buddha diganti wajah Gus Dur lengkap dengan kaca mata tebalnya.

Acara Multisesigusdurisme digelar di Studio Mendut  yang digagas oleh seniman dan budayawan Sutanto Mendut, Jumat, 5 Februari 2010, kemarin.

Panitia pergelaran ‘Multitesisgusdurisme’ membantah pihaknya sengaja membuat kontroversi.

Sutanto Mendut mengatakan kegiatan itu untuk memperingati 40 hari wafatnya Gus Dur. Tidak ada maksud untuk melukai kelompok agama manapun.

Sutanto Mendut mengatakan bahwa ini kepedulian para seniman di Magelang yang notabene adalah pemahat batu kepada mendiang Gus Dur.

“Oleh sebab itu mereka menciptakan karya seni yang menggambarkan sosok Gus Dur dengan cara mereka sebagai pemahat,” kata dia kepada VIVAnews, Selasa, 9 Februari 2010.

Jika ada hal itu menimbulkan kontroversi, bukan itu tujuan yang diharapkan.

“Kita tidak ingin menodai kelompok manapun atau menodai sosok Gus Dur. Hal ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi kita untuk tidak langsung memberikan judgement. Inti dari kegiatan ini adalah untuk menyimbolkan Gus Dur sebagai tokoh pluralis yang diterima oleh kelompok manapun tidak hanya Islam,” harapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s